Always With You

Mungkin hal tidak wajar yang dilakukan wanita bersurai cokelat itu membuat orang di sekelilingnya tidak nyaman. Ya, wanita itu sedang menguntit. Bukan sebagai pencuri, Tiffany Hwang, nama asli wanita itu, hanya memastikan bahwa keadaan pria yang dicintainya sejak tiga tahun silam baik-baik saja. Pria itu tidak sedang sakit parah, tidak juga ketiban kecelakaan yang meraut nyawa, tapi perasaan pria itu dihancurkan oleh seorang wanita, yang tidak akan disangka sama sekali oleh Tiffany akan melakukan hal itu.

Suho Kim, nama pria itu, sedang duduk bersama teman-teman sekelasnya sembari memperhatikan wanita yang dicintainya, walaupun dia tau bahwa bintang seindah dirinya tak akan mungkin ia gapai. Tiffany, yang sebenarnya sahabat Suho, merasa miris melihat keadaan sahabat sekaligus pria yang dicintainya itu. Andai ia bisa merubah haluan hati Suho ke hatinya, tapi ia tahu hal itu tidak akan mungkin terjadi.

Tiffany tidak pernah paham dan tidak pernah menyadari kapan ia jatuh ke dalam lautan pesona pria ini, yang ia tahu ketika ia jatuh, ia bagai ditarik jauh ke dalam dan mungkin sulit untuk kembali keluar. 

“Tiff, aku suka ….,”

“Kamu suka apa? Atau siapa? Kamu kok ngomongnya ga jelas banget,” jawab Tiffany sembari tertawa, menutupi ketakutannya yang ia tak tahu muncul dari mana.

“Aku suka sama Taeyeon, teman sekelasku sendiri Tiff,” jawab Suho.

Tiffany hanya diam ketika mendengar jawaban Suho. Taeyeon Kim, dia tidak  terlalu populer dikalangan siswa di sekolah mereka, tapi yang Tiffany tahu, Taeyeon itu cantik, pintar, dan selalu ranking 1 di penjuru sekolah. 

Tiffany pun merasakan hatinya seperti disayat oleh beribu pisau, tapi apa daya, Tiffany tahu kenyataannya bahwa ia tidak akan mampu menyaingi Taeyeon, dan ia tahu ketika Suho jatuh cinta, maka akan sulit merubah haluan hatinya.

“Kalau kau memang suka, nyatakan saja padanya, tidak susah bukan?” jawab Tiffany kemudian, sembari menampilkan senyuman indahnya.

“Terima kasih Tiffany. Kau memang sahabatku yang terbaik. Aku kembali ke kelas ya,” seru Suho dan meninggalkan Tiffany sendiri di taman.

Tiffany melambaikan tangannya ke arah pria itu. Namun, ketika Suho hilang dari pandangan, seketika itu pula pertahanan Tiffany roboh. Ia menangis.

Tiffany terus memandangi pria itu dari balik pohon, tidak ingin kehadirannya diketahui oleh Suho. Tiba-tiba, pandangannya menyipit ketika menyadari seorang pria datang menghampiri wanita yang sedari tadi sedang dipandang Suho.

Baekhyun Byun, salah satu teman baik Suho. Dia dikabarkan sedang dekat dengan Taeyeon, dan kabar itu mungkin saja benar adanya. Dia berdiri di depan Taeyeon, sambil menyembunyikan setangkai mawar putih di balik punggungnya. Melihat bunga itu membuat Tiffany merasa iba kembali pada sahabatnya itu.

“Tiff….,” seru Suho dari balik pagar rumah Tiffany.

“Apaan sih? Kamu itu ganggu waktu tidur aku aja,” teriak Tiffany dari jendela kamarnya di lantai 2.

“Kamu tahu rumah Taeyeon kan? Ayo temani aku!” sembari mengayunkan setangkai mawar putih di tangan kirinya.

Tiffany hanya tersenyum miris, lalu mengatakan pada Suho bahwa ia akan segera turun. Hatinya sakit, pria yang dicintainya sibuk mengejar wanita lain, yang mungkin saja tidak mencintainya. Namun apa daya, Tiffany tidak berusaha memperjuangkan Suho. Dia sudah menyerah sebelum berperang. Tak ada yang bisa ia lakukan.

Tiffany keluar dari balik pagar dan menemani Suho pergi ke rumah Taeyeon. Rumah Taeyeon hanya berjarak beberapa blok dari rumah Tiffany. Di ujung blok rumah Taeyeon, Tiffany memutuskan untuk berhenti dan meminta Suho untuk meneruskan sendiri perjalanannya. Tiffany hanya memberi tahu warna rumah Taeyeon, tak lebih dan tak kurang.

Tiffany menatap langkah tegap pria itu. Dia hanya bisa menahan rasa pedih di hatinya sembari menangis di bawah pohon tempatnya berdiri. Andai Suho memberika bunga itu padanya, bukan Taeyeon. Walaupun pada akhirnya Taeyeon menolak bunga pemberian Suho, tapi ia tahu hati Suho tetap untuk Taeyeon, bukan untuk wanita lain, bukan juga untuk Tiffany.

Taeyeon merasa ada yang menghampirinya. Ia menutup buka roman klasik yang sedang dibacanya dan menatap seseorang yang ada di depannya. Taeyeon kemudian tersenyum, mendapati Baekhyun yang sedang berdiri di depannya. Baekhyun mengeluarkan senyumannya, dan memberikan bunga suci tersebut kepada Taeyeon. Taeyeon yang merasa sangat senang, lalu memeluk Baekhyun tanpa menyadari pandangan orang-orang di sekitar mereka, tanpa menyadari kehadiran Suho yang memandang mereka sejak tadi.

Lalu, Tiffany melihat ketempat Suho tadi duduk, namun ia tak menemukan sosoknya. Tiffany memandang sekitar, dan menemukan Suho sedang menaiki anak tangga, menuju spot favoritnya di sekolah, rooftop sekolah. 

Tiffany pun berlari mengejar pria itu. Tiffany tahu pria itu sedang terluka saat ini, dan memang hanya Tiffany yang bisa menghiburnya. Tiffany tertawa miris di dalam hatinya, seharusnya dia bisa merebut hati Suho, tidak hanya sekadar menghiburnya ketika pria itu sedang jatuh dan terluka. Tapi, untuk saat ini, Tiffany tahu hal iu tak akan mungkin terjadi.

Tapi, yang Tiffany akan terus lakukan, ia akan selalu ada untuk Suho, pria yang dicintainya, dalam suka maupun duka, walaupun Suho tidak mencintainya untuk saat ini.


Okay, actually I’ve posted this before on my blogger. And since I’m focusing my blogger for real-life journey, I decided to move all the fictions on my blogger to wordpress. Thank you for your kind attention 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s